Selasa, 20 Mei 2014

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM FLUIDA ELASTISITAS SPAGETI

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM FLUIDA
“ELASTISITAS SPAGETI”


Oleh :
KELOMPOK 9

-           Aprillia Eka Wardhany                12030654206     
-           Nur Istiqomah Mardhotillah       12030654219     
-           Septanindya Ayu Permatasari    12030654230     
-           Anita Nuraini Dyah Widayanti  12030654244  
-           Kamila Munisa                               12030654246  
PENDIDIKAN SAINS 2012 B



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SAINS
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2014





ABSTRAK

Kami telah melakukan percobaan yang berjudul elastisitas spageti pada tanggal 12 Mei 2014 di laboratorium Sains Unesa yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perebusan terhadap elastisitas spageti dengan menggunakan alat gelas beker 500 ml, gelas beker 200 ml,penggaris, kompor, panci dan termometer. Metode yang digunakan pada percobaan ini ialah dengan memasukkan air sebanyak 200 ml ke dalam panci kemudian menunggu air tersebut sampai mendidih dengan suhu 980 C. memotong spageti dengan panajang 8 cm dan merebusnya dalam waktu yang berbeda-beda yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Variabel yang digunakan yaitu variabel manipulasi berupa lama perebusan spageti (5 menit,10 menit dan 15 menit), variabel respon berupa perubahan panjang spageti setelah direbus dan elastisitas spageti dan  variabel kontrol berupa panjang spageti sebelum direbus dan air mendidih pada suhu 980 C . Dari hasil percobaan kami memperoleh data pada perebusan 5 menit dengan panjang awal 8 cm,panjang akhir 9 cm, dengan perbahan panjang 1 cm dan regangan 0,125. Pada perebusan 10 menit dengan panjang awal 8 cm,panjang akhir 10 cm, dengan perbahan panjang 2 cm dan regangan 0,25. Pada perebusan 15 menit dengan panjang awal 8 cm,panjang akhir 11 cm, dengan perbahan panjang 3 cm dan regangan 0,3755. Sehingga dari percobaan yang telah kami lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa Perbedaan lama perebusan yang diberikan akan mempengaruhi perubahan panjang, waktu perebusan yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang. Semakin sedikit waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin lama waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar. Karena pada saat spageti direbus dengan waktu yang sebentar, maka elastisitas spageti yang dihasilkan masih belum besar. Dan apabila spageti direbus dengan waktu yang cukup lama, maka elastisitas spageti yang dihasilkan juga semakin besar.



Kata kunci : elastisitas spageti, pengaruh lama perebusan.





BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Elastisitas adalah kecenderungan pada suatu benda untuk berubah dalam bentuk baik panjang, lebar maupun tingginya, tetapi massanya tetap, hal itu disebabkan oleh gaya-gaya yang menekan atau menariknya, pada saat gaya ditiadakan bentuk benda kembali seperti semula. Kita sering mendengar istilah elastic dalam kehidupan sehari-hari. Istilah elastic kita jumpai pada spageti. Spaghetti merupakan salah satu jenis pasta yang telah dikenal oleh bangsa Italia sejak zaman manusia bercocok tanam kira-kira 10.000 tahun yang lalu, dari tepung yang dihasilkan lalu diolah dengan sedikit air dan telur menjadi sebuah adonan yang disebut pasta. Spageti mempunyai elastisitas yang mempunyai batas elastisitas itu sendiri. Artinya, spageti bisa putus ketika spageti tersebut ditarik secara terus menerus atau disebut titik patah.
                                                       
B.      Rumusan Masalah
Penulisan laporan ini dibuat berdasarkan masalah – masalah yang dihimpun dan dijadikan patokan dalam penulisan laporan, adapun masalah pokok didalam laporan ini yaitu:
1. Bagaimana pengaruh lama perebusan terhadap elastisistas spageti?

C.      Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.  Untuk mengetahui pengaruh lama perebusan terhadap elastisistas spageti..

 

D.      Hipotesis

Semakin lama perebusan maka tingkat elastisitas spageti semakin berkurang.






BAB II
KAJIAN TEORI

Elastis atau elastisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk awalnya ketika gaya luar yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Jika sebuah gaya diberikan pada sebuah benda yang elastis, maka bentuk benda tersebut berubah. Untuk pegas dan karet, yang dimaksudkan dengan perubahan bentuk adalah pertambahan panjang. gaya yang diberikan juga memiliki batas-batas tertentu. Sebuah karet bisa putus jika gaya tarik yang diberikan sangat besar, melawati batas elastisitasnya. Demikian juga sebuah pegas tidak akan kembali ke bentuk semula jika diregangkan dengan gaya yang sangat besar.
Regangan didefinisikan sebagai perbandingan antara pertambahan panjang(ΔL) dengan panjang awalnya (L0). Pertambahan panjang ini tidak hanya terjadi pada ujungnya saja, tetapi pada setiap bagian batang yang terentang dengan perbandingan yang sama.
                       

Karena merupakan hasil bagi dari dua besaran yang berdimensi sama, maka regangan tidak memiliki satuan.

Hukum Hooke
Hukum Hooke adalah perbandingan antara gaya yang diberikan dengan pertambahan panjang benda adalah konstan.
F = k . Δl      →    k =   F/ Δl
Keterangan :
F = gaya (N)
 k = konstanta (N/m)
Δl = perubahan panjang (m)

Grafik Hukum Hooke
Di sini F menyatakan gaya yang menarik benda, Δl adalah perubahan panjang dan k adalah konstanta pembanding. Ternyata persamaan tersebut berlaku untuk hampir semua materi padat dari besi sampai tulang, tetapi hanya sampai suatu batas tertentu. Karena jika gaya terlalu besar, benda meregang sangat besar dan akhirnya patah. Ternyata untuk gaya yang sama, besar regangan sebanding dengan panjang awal dan berbanding terbalik dengan luas penampang lintang. Yaitu; makin panjang benda makin besar pertambahan panjangnya untuk suatu gaya tertentu; dan makin tebal benda tersebut, makin kecil pertambahan panjangnya (Giancolli, 2001:299).





BAB III
METODE PERCOBAAN

A.            Rancangan Percobaan

Gambar 3.1. Rancangan Percobaan elastisitas spageti

B.            Alat dan Bahan
1.      Spageti                                 3 helai
2.      Gelas beker 500 ml              2 buah
3.      Gelas beker 200 ml              1 buah
4.      Penggaris                             1 buah
5.      Kompor                               1 buah
6.      Termometer                         1 buah
7.      Air                                       1000 ml
                                            
C.            Variabel
Variabel kontrol                 :  panjang spageti sebelum direbus (8 cm) dan air mendidih pada suhu 98 0 C
Variabel respon                  :  perubahan panjang spageti setelah direbus dan elastisitas spageti
Variabel manipulasi           : lama perebusan (5 menit,10 menit dan 15 menit)


D.            Alur Percobaan


 
















                                   






 



E.            Langkah Kerja
Langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Langkah kedua adalah memasukkan air sebanyak 200 ml ke dalam panci kemudian menyalakan kompor dan menunggu sampai mendidih dengan suhu 980C. langkah ketiga adalah memotong 3 spageti dengan panjang 8 cm. Memasukkan spageti ke dalam panci dan merebusnya selama 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Kemudian tiriskan dan ukur panjangnya.





BAB IV
DATA DAN ANALISIS

A.    Data
No
Waktu perebusan
Panjang awal
(Lo ± 0,1) cm
Panjang akhir
(L1± 0,1) cm
ΔL (L1 - L0)
(∆L ± 0,1) cm

1
5 menit
8,0
9,0
1,0
0,125
2
10 menit
8,0
10,0
2,0
0,250
3
15 menit
8,0
11,0
3,0
0,375

B.     Analisi
Pada lama waktu perebusan spageti 5 menit dengan panjang awal 8,0 cm diperoleh data panjang akhir 9,0 cm dengan  pertambahan panjang 1,0 cm dan hasil regangannya 0,125.
Pada lama waktu perebusan spageti 10 menit dengan panjang awal 8,0 cm diperoleh data panjang akhir 10,0 cm dengan  pertambahan panjang 2,0 cm dan hasil regangannya 0,250.
Pada lama waktu perebusan spageti 15 menit dengan panjang awal 8,0 cm diperoleh data panjang akhir 11,0 cm dengan  pertambahan panjang 3,0 cm dan hasil regangannya 0,375.





BAB V
PEMBAHASAN DAN DISKUSI

A.    Pembahasan
Dari perobaan  elastisitas spageti yang telah kami lakukan denganmenggunakan jenis spageti yang sama dan memanipulasi lama perebusan spageti yang berbeda-beda yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Dari ketiga lama perebuan kami mendapatkan hasih bahwa semakin sedikit waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin lama waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar. Karena pada saat spageti direbus dengan waktu yang sebentar, maka elastisitas spageti yang dihasilkan masih belum besar. Dan apabila spageti direbus dengan waktu yang cukup lama, maka elastisitas spageti yang dihasilkan juga semakin besar.

B.     Diskusi
1.      Grafik hubungan waktu perebusan terhadap regangan

Waktu perebusan berbanding lurus dengan regangan. Jadi semakin lama waktu perebusan maka semakin besar regangannya. Dan semakin sedikit waktu perebusan maka semakin kecil regangannya.

2.      Pengaruh lama perebusan terhadap pertambahan panjang spageti ketika ditarik
Pengaruh lama perebusan terhadap pertambahan panjang spageti ketika ditarik yaitu semakin lama perebusan spageti maka semakin bertambah panjang spageti ketika ditarik.





BAB VI
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dapat ditarik kesimpulan bahwa Perbedaan lama perebusan yang diberikan akan mempengaruhi perubahan panjang, waktu perebusan yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang. Semakin sedikit waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin lama waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar. Karena pada saat spageti direbus dengan waktu yang sebentar, maka elastisitas spageti yang dihasilkan masih belum besar. Dan apabila spageti direbus dengan waktu yang cukup lama, maka elastisitas spageti yang dihasilkan juga semakin besar.





DAFTAR PUSTAKA

Giancoli. 2001. Fisika Edisi ke-5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Tim fisika.2014 (online) (http://fisikamemangasyik.wordpress.com/) diakses tanggal 17 mei 2014.
Utomo,galih.2010. elastisitas dan modulus young. Yogyakarta (online)(http://mediabelajaronline.blogspot.com/2010/10/elastisitas-dan-modulus-young.html) diakses tanggal 17 mei 2014





LAMPIRAN