LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM FLUIDA
“ELASTISITAS
SPAGETI”
Oleh :
KELOMPOK 9
-
Aprillia
Eka Wardhany 12030654206
-
Nur
Istiqomah Mardhotillah 12030654219
-
Septanindya
Ayu Permatasari 12030654230
-
Anita
Nuraini Dyah Widayanti 12030654244
-
Kamila
Munisa 12030654246
PENDIDIKAN SAINS 2012 B
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN SAINS
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
NEGERI SURABAYA
2014
ABSTRAK
Kami telah melakukan
percobaan yang berjudul elastisitas spageti pada tanggal 12 Mei 2014 di
laboratorium Sains Unesa yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama
perebusan terhadap elastisitas spageti dengan menggunakan alat gelas beker 500
ml, gelas beker 200 ml,penggaris, kompor, panci dan termometer. Metode yang
digunakan pada percobaan ini ialah dengan memasukkan air sebanyak 200 ml ke
dalam panci kemudian menunggu air tersebut sampai mendidih dengan suhu 980
C. memotong spageti dengan panajang 8 cm dan merebusnya dalam waktu yang
berbeda-beda yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Variabel yang digunakan
yaitu variabel manipulasi berupa lama perebusan spageti (5 menit,10 menit dan
15 menit), variabel respon berupa perubahan panjang spageti setelah direbus dan
elastisitas spageti dan variabel kontrol
berupa panjang spageti sebelum direbus dan air mendidih pada suhu 980
C . Dari hasil percobaan kami memperoleh data pada perebusan 5 menit dengan
panjang awal 8 cm,panjang akhir 9 cm, dengan perbahan panjang 1 cm dan regangan
0,125. Pada perebusan 10 menit dengan panjang awal 8 cm,panjang akhir 10 cm,
dengan perbahan panjang 2 cm dan regangan 0,25. Pada perebusan 15 menit dengan
panjang awal 8 cm,panjang akhir 11 cm, dengan perbahan panjang 3 cm dan
regangan 0,3755. Sehingga dari percobaan yang telah kami lakukan dapat ditarik
kesimpulan bahwa Perbedaan lama perebusan yang diberikan akan mempengaruhi
perubahan panjang, waktu perebusan yang diberikan sebanding dengan perubahan
panjang. Semakin sedikit waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan
panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin lama waktu perebusan yang
diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar. Karena pada saat spageti
direbus dengan waktu yang sebentar, maka elastisitas spageti yang dihasilkan
masih belum besar. Dan apabila spageti direbus dengan waktu yang cukup lama,
maka elastisitas spageti yang dihasilkan juga semakin besar.
Kata
kunci : elastisitas spageti, pengaruh lama perebusan.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Elastisitas adalah kecenderungan pada suatu benda
untuk berubah dalam bentuk baik panjang, lebar maupun tingginya, tetapi
massanya tetap, hal itu disebabkan oleh gaya-gaya yang menekan atau menariknya,
pada saat gaya ditiadakan bentuk benda kembali seperti semula. Kita sering
mendengar istilah elastic dalam kehidupan sehari-hari. Istilah elastic kita jumpai pada spageti. Spaghetti merupakan salah satu jenis pasta yang telah dikenal oleh bangsa Italia sejak
zaman manusia bercocok tanam kira-kira 10.000 tahun yang lalu, dari tepung yang
dihasilkan lalu diolah dengan sedikit air dan
telur menjadi sebuah adonan yang disebut pasta. Spageti mempunyai
elastisitas yang mempunyai batas elastisitas itu
sendiri. Artinya, spageti bisa putus ketika spageti tersebut ditarik secara
terus menerus atau disebut titik patah.
B. Rumusan Masalah
Penulisan laporan ini dibuat
berdasarkan masalah – masalah yang dihimpun dan dijadikan patokan dalam
penulisan laporan, adapun masalah pokok didalam laporan ini yaitu:
1. Bagaimana pengaruh lama perebusan terhadap elastisistas spageti?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh lama perebusan terhadap elastisistas spageti..
D. Hipotesis
Semakin lama perebusan maka tingkat elastisitas spageti semakin berkurang.
BAB II
KAJIAN
TEORI
Elastis atau elastisitas
adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuk awalnya ketika gaya luar
yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan. Jika sebuah gaya diberikan pada
sebuah benda yang elastis, maka bentuk benda tersebut berubah. Untuk pegas dan
karet, yang dimaksudkan dengan perubahan bentuk adalah pertambahan panjang. gaya
yang diberikan juga memiliki batas-batas tertentu. Sebuah karet bisa putus jika
gaya tarik yang diberikan sangat besar, melawati batas elastisitasnya. Demikian
juga sebuah pegas tidak akan kembali ke bentuk semula jika diregangkan dengan
gaya yang sangat besar.
Regangan didefinisikan sebagai perbandingan
antara pertambahan panjang(ΔL) dengan panjang
awalnya (L0). Pertambahan
panjang ini tidak hanya terjadi pada ujungnya saja, tetapi pada setiap bagian
batang yang terentang dengan perbandingan yang sama.
Karena merupakan hasil bagi dari dua besaran yang berdimensi sama, maka
regangan tidak memiliki satuan.
Hukum Hooke
Hukum Hooke
adalah perbandingan antara gaya yang diberikan dengan pertambahan panjang benda
adalah konstan.
F = k . Δl
→ k = F/ Δl
Keterangan :
F = gaya (N)
k = konstanta (N/m)
Δl = perubahan panjang (m)
Grafik Hukum
Hooke
Di sini F menyatakan
gaya yang menarik benda, Δl adalah perubahan panjang dan k
adalah konstanta pembanding. Ternyata persamaan tersebut berlaku untuk hampir
semua materi padat dari besi sampai tulang, tetapi hanya sampai suatu batas tertentu. Karena jika gaya terlalu besar, benda
meregang sangat besar dan akhirnya patah. Ternyata untuk gaya yang sama, besar
regangan sebanding dengan panjang awal dan berbanding terbalik dengan luas
penampang lintang. Yaitu; makin panjang benda makin besar pertambahan
panjangnya untuk suatu gaya tertentu; dan makin tebal benda tersebut, makin
kecil pertambahan panjangnya (Giancolli, 2001:299).
BAB III
METODE PERCOBAAN
A.
Rancangan Percobaan
Gambar 3.1. Rancangan Percobaan elastisitas spageti
B.
Alat dan Bahan
1.
Spageti 3 helai
2.
Gelas
beker 500 ml 2 buah
3.
Gelas
beker 200 ml 1 buah
4.
Penggaris 1 buah
5.
Kompor 1 buah
6.
Termometer 1
buah
7.
Air 1000
ml
C.
Variabel
Variabel kontrol : panjang spageti sebelum direbus (8 cm) dan
air mendidih pada suhu 98 0 C
Variabel
respon : perubahan panjang spageti setelah direbus dan
elastisitas spageti
Variabel manipulasi : lama perebusan (5 menit,10 menit
dan 15 menit)
D.
Alur Percobaan
Langkah
pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Langkah kedua adalah
memasukkan air sebanyak 200 ml ke dalam panci kemudian menyalakan kompor dan
menunggu sampai mendidih dengan suhu 980C. langkah ketiga adalah memotong 3
spageti dengan panjang 8 cm. Memasukkan spageti ke dalam panci dan merebusnya
selama 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Kemudian tiriskan dan ukur panjangnya.
BAB IV
DATA DAN ANALISIS
A. Data
No
|
Waktu
perebusan
|
Panjang
awal
(Lo
± 0,1) cm
|
Panjang
akhir
(L1± 0,1) cm
|
ΔL (L1
- L0)
(∆L ± 0,1) cm
|
|
1
|
5 menit
|
8,0
|
9,0
|
1,0
|
0,125
|
2
|
10 menit
|
8,0
|
10,0
|
2,0
|
0,250
|
3
|
15 menit
|
8,0
|
3,0
|
0,375
|
B. Analisi
Pada lama waktu perebusan spageti 5 menit
dengan panjang awal 8,0 cm diperoleh data panjang akhir 9,0 cm dengan pertambahan panjang 1,0 cm dan hasil
regangannya 0,125.
Pada lama waktu perebusan spageti 10 menit
dengan panjang awal 8,0 cm diperoleh data panjang akhir 10,0 cm dengan pertambahan panjang 2,0 cm dan hasil
regangannya 0,250.
Pada lama waktu perebusan spageti 15 menit
dengan panjang awal 8,0 cm diperoleh data panjang akhir 11,0 cm dengan pertambahan panjang 3,0 cm dan hasil
regangannya 0,375.
BAB V
PEMBAHASAN DAN DISKUSI
A. Pembahasan
Dari perobaan elastisitas spageti yang telah kami lakukan
denganmenggunakan jenis spageti yang sama dan memanipulasi lama perebusan
spageti yang berbeda-beda yaitu 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Dari ketiga
lama perebuan kami mendapatkan hasih bahwa semakin sedikit waktu perebusan yang
diberikan maka pertambahan panjangnya semakin kecil dan sebaliknya semakin lama
waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya semakin besar.
Karena pada saat spageti direbus dengan waktu yang sebentar, maka elastisitas
spageti yang dihasilkan masih belum besar. Dan apabila spageti direbus dengan
waktu yang cukup lama, maka elastisitas spageti yang dihasilkan juga semakin
besar.
B. Diskusi
1.
Grafik
hubungan waktu perebusan terhadap regangan
Waktu
perebusan berbanding lurus dengan regangan. Jadi semakin lama waktu perebusan
maka semakin besar regangannya. Dan semakin sedikit waktu perebusan maka
semakin kecil regangannya.
2.
Pengaruh
lama perebusan terhadap pertambahan panjang spageti ketika ditarik
Pengaruh lama perebusan terhadap pertambahan panjang
spageti ketika ditarik yaitu semakin lama perebusan spageti maka semakin
bertambah panjang spageti ketika ditarik.
BAB VI
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dapat ditarik kesimpulan
bahwa Perbedaan lama perebusan yang diberikan akan mempengaruhi perubahan
panjang, waktu perebusan yang diberikan sebanding dengan perubahan panjang.
Semakin sedikit waktu perebusan yang diberikan maka pertambahan panjangnya
semakin kecil dan sebaliknya semakin lama waktu perebusan yang diberikan maka
pertambahan panjangnya semakin besar. Karena pada saat spageti direbus dengan
waktu yang sebentar, maka elastisitas spageti yang dihasilkan masih belum
besar. Dan apabila spageti direbus dengan waktu yang cukup lama, maka
elastisitas spageti yang dihasilkan juga semakin besar.
DAFTAR
PUSTAKA
Giancoli. 2001. Fisika Edisi ke-5
Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Tim fisika.2014 (online) (http://fisikamemangasyik.wordpress.com/)
diakses tanggal 17 mei 2014.
Utomo,galih.2010. elastisitas dan modulus young. Yogyakarta
(online)(http://mediabelajaronline.blogspot.com/2010/10/elastisitas-dan-modulus-young.html)
diakses tanggal 17 mei 2014
LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar